Kamis, 09 Juni 2011

Membaca Fenomena Alam

Pada dasarnya alam diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan berbagai macam bentuk dan keunikan masing-masing. Sehingga dengan keindahan alam itulah manusia dapat bersyukur dan melihat tanda-tanda kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.


Alam mempunyai karakteristik yang berbeda pada suatu daerah dengan daerah yang lainnya. Alam juga mempunyai tanda-tanda yang khas, yang apabila satu tanda dihubungkan dengan tanda yang lainnya akan menimbulkan suatu kesimpulan tertentu yang dapat bermanfaat untuk manusia. Misalkan saja awan terlihat gelap dan bergerak, itu pertanda bahwa akan segera turun hujan, Tuhan benar-benar telah menunjukkan kebesarannya.

Sebagai seorang Pramuka kita harus pandai-pandai membaca tanda-tanda alam di sekitar kita, karena dengan begitu seorang Pramuka dapat membuat suatu keputusan apa yang harus dilakukannya saat itu. Kemampuan untuk membaca suatu tanda-tanda itu disebut dengan Deduksi

Pada artikel ini penulis akan memaparkan beberapa keadaan alam yang dapat diprediksi oleh manusia.


1. Memprediksi Cuaca
Dalam suatu kegiatan Kepramukaan, keadaan cuaca sangat menentukan lancar atau tidaknya suatu aktivitas. Cuaca yang cerah tentu saja sangat cocok untuk kegiatan di luar ruangan. Untuk memprediksi cuaca, kita dapat membacanya melalui keadaan langit, awan, angin dan perilaku binatang-binatang yang ada di sekitar kita.
  • Burung-burung berkicau dan bersahutan di pagi hari, pertanda cuaca akan cerah.
  • Burung walet terbang sangat tinggi, pertanda cuaca akan cerah, sebaliknya apabila burung walet terbang terbang rendah dan berkelompok pertanda akan turun hujan.
  • Semut-semut akan berlindung di dalam sarangnya apabila cuaca akan turun hujan, semut akan berjalan kesana kemari mencari makan di permukaan tanah pertanda cuaca akan cerah.
  • Ulat, kupu-kupu dan beberapa serangga sejenis akan berlindung di bawah daun apabila akan turun hujan.
  • Awan gelap yang bergerak ke arah kita berdiri berarti hujan akan segera turun di lokasi kita berdiri.
  • Jika berada di daerah pinggir sungai dataran rendah, perhatikan angin yang berhembus. Angin yang dingin yang mengandung air dan air sungai yang keruh pertanda hujan sudah turun di hulu sungai.
  • Ayam berteduh pada saat hujan pertanda hujan akan berlangsung lama, apabila ayam tetap mencari makan meski saat hujan, pertanda hujan akan berlangsung sebentar saja.
2. Memprediksi Bencana Alam
  • Air laut yang surut terlalu jauh tidak seperti biasanya dan didahului dengan gempa bumi, pertanda akan terjadi gelombang tsunami, segeralah berlari menuju tempat yang tinggi.
  • Monyet-monyet akan turun dari gunung secara beramai-ramai pertanda gunung akan meletus.
  • Burung-burung terbang tak beraturan pertanda akan terjadi bencana alam, bisa kebakaran hutan, gempa bumi atau gunung meletus.
  • Anjing-anjing yang menyalak dan panik tidak seperti keadaan biasanya pertanda akan terjadi bahaya, kemungkinan adalah gempa bumi.
3. Memprediksi Arah (Tanpa Kompas)
Ada banyak cara yang dapat digunakan oleh Pramuka untuk menentukan arah, tentu saja apabila kondisi kita dalam keadaan darurat dan tidak membawa kompas.
  • Dahan pohon yang berlumut menunjukkan arah barat, karena pada bagian pohon sebelah barat jarang mendapat sinar matahari.
  • Bunga-bunga tumbuh condong ke arah matahari, yaitu adalah ke arah timur.
  • Matahari selalu terbit dari arah timur.
  • Menentukan arah dengan kompas buatan dari jarum yang ujungnya digosokkan pada ujung magnet.
  • Jika di perkampungan, masjid dapat menentukan arah barat (wilayah Indonesia)
  • Jika di pemakaman, letak batu nisan dapat digunakan sebagai penentu arah utara.
Demikian sedikit pengetahuan tentang membaca fenomena alam, semoga dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salam hangat dari Pasuda. Salam Pramuka!!!

Sabtu, 04 Juni 2011

Sandi Panah

Salam Pramuka!!!
Selamat datang kami ucapkan kepada kakak-kakak anggota Gerakan Pramuka di blog sederhana kami Pasukan Kusumayudha. Pangkalan kami di SMP Negeri 1 Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur.
Mari jadikan kegiatan bermain dengan sandi pramuka menjadi salah satu hobi untuk kita kerjakan dalam setiap latihan pramuka. Setelah adinda Tika bisa menyelesaikan tugasnya membuat sandi Bata untuk menempuh syarat SKU penggalang terap, kini giliran adinda M. Ichfa Adi Az'ari Anggota Pasukan Wira Buana SMPN 1 Way Bungur Kabupaten Lampung Timur yang bertugas untuk membuat sebuah sandi. Walaupun hasil karya Adi sedikit aneh, tapi patut untuk diberikan apresiasi atas kerja kerasnya itu. Adi berhasil membuat sebuah sandi yang ia beri nama Sandi Panah.
    Sandi panah adalah sandi yang sudah memiliki kunci tetap, yaitu yang tertera pada gambar di bawah ini. Sandi sederhana ini dapat kita manfaatkan untuk melatih keterampilan dan kejelian adik-adik siaga atau penggalang. Sandi sederhana ini mudah-mudahan dapat menambah perbendaharaan kakak soal sandi Pramuka.
        Sandi Panah Karya M. Ichfa Adi Az'ari Pasukan Wira Buana

        Demikian sedikit materi kecil dari kami. Mudah-mudahan bermanfaat untuk kakak-kakak dan adik-adik anggota Pramuka di seluruh Indonesia. Mohon cantumkan alamat blog ini apabila kakak ingin membaginya pada blog kakak. Salam Hangat dari Pasuda. Terima kasih dan salam Pramuka!!!

        Sandi Bata

        Salam Pramuka...!!!
        Hari ini penulis memberikan sedikit tantangan kepada adik-adik anggota Pramuka Pasukan Wira Buana SMPN 1 Way Bungur Kabupaten Lampung Timur untuk membuat sebuah sandi yang antara satu orang dengan orang lain tidak boleh sama. Al hasil, sandi kreasi adik-adik ternyata tidak kalah unik dan asik untuk dipelajari bersama-sama.

        Berikut ini adalah salah satu contohnya, yaitu Sandi Bata. Sandi ini karangan adinda Tika Liana Wati Penggalang Rakit Pasukan Wira Buana SMPN 1 Way Bungur, Lampung Timur. Sandi Bata adalah sebuah sandi dengan kunci tetap, kunci itu sendiri dikarang oleh adinda Tika. Kunci berupa gambar batu bata yang ditumpuk sedemikian rupa sengga membentuk model tumpukan yang memiliki arti tertentu. Kalau kakak tertarik dipersilahkan untuk mengajarkannya kepada adik-adik Pramuka di seluruh Indonesia untuk menambah keterampilan tentang sandi.
        Sandi Bata Karya Tika Liana Wati Pasukan Wira Buana. 
        Klik untuk memperbesar gambar

        Tika Liana Wati
        Demikianlah sedikit informasi tentang sandi Bata, semoga bermanfaat. Apabila kakak ingin share tulisan ini kami persilahkan, yang penting kakak tidak merubah materinya. Dan kami mengucapkan banyak terima kasih jika kakak melampirkan alamat blog ini sebagai referensi pada blog kakak. Salam Pramuka!!!

        Sabtu, 07 Mei 2011

        Bumi Perkemahan Plang Hijau Permai

        Hari ini penulis bersama bebepara pembina berjalan-jalan menuju Taman Nasional Way Kambas Kabupaten Lampung Timur. Perjalanan sekitar 45 Menit dari Purbolinggo. Pada awalnya tim hanya berjumlah empat orang dengan mengendarai dua buah motor saja, namun penulis bertemu dengan rekan-rekan dari Saka Wana Bhakti Taman Nasional Way Kambas yang berpangkalan di Plang Hijau (Pintu Gerbang Masuk Taman Nasional). Penulis mampir sejenak sambil menikmati kesejukan daerah yang masih ditumbuhi pohon-pohon khas hutan tropis yang tumbuh sangat rapat.
        Bumi Perkemahan Plang Hijau Permai Taman Nasional Way Kambas
        Saat ini Plang Hijau sudah mempunyai fasilitas Bumi Perkemahan sendiri yang bernama Bumi Perkemahan Plang Hijau permai yang terletak tepat disamping pintu masuk kawasan konservasi Gajah dan Badak Sumatera ini. Menurut Rahmat, salah satu anggota Saka Wana Bhakti, Bumi Perkemahan Plang Hijau Permai ini mampu menampung sekitar 100 orang pengunjung dengan fasilitas MCK, tempat parkir yang rindang, lapangan upacara, aula pertemuan, tempat ibadah dan tersedia beberapa paket yang dapat disesuaikan dengan jumlah peserta dan kegiatan yang ingin dilaksanakan.
        Pangkalan Saka Wana Bakti Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur
        Keunikan Bumi Perkemahan Plang Hijau Permai ini adalah masih banyaknya satwa-satwa liar yang sering bermain dan mencari makan di sekitar bumi perkemahan, sehingga pengunjung tidak perlu repot-repot masuk ke dalam hutan hanya untuk menyaksikan polah monyet, babi, musang dan masih banyak lagi binatang asli penghuni Taman Nasional Way Kambas ini.
        Kak Andi bermain dengan Pepi, salah satu anak gajah yang menggemaskan 
        di Taman Nasional Way Kambas
        Mudah-mudahan tulisan kecil ini bermanfaat, apabila anda ingin mencoba camping di Buper ini dipersilahkan langsung menuju Plang Hijau atau cari Informasinya di Grup Saka Wana Bakti Way Kambas di Facebook. Mohon saran apabila terdapat kekeliruan. Salam Pramuka!!!

        Sabtu, 30 April 2011

        Logo, Maskot, Lagu dan Informasi seputar Jambore Nasional 2011 Danau Teluk Gelam OKI Sumatera Selatan

        Setelah berjalan-jalan di webinfo.kwardasumsel.org, akhirnya Penulis memutuskan untuk mengkopi penuh isi artikel tentang Logo, Maskot dan Lagu mengingat pentingnya informasi ini untuk disampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Berikut adalah isi artikel yang penulis ambil, pengunjung juga dapat secara langsung mengunjungi artikel aslinya di webinfo.kwardasumsel.org.

        "Si Bawok" Maskot Jamnas 2011
        Si Bawok Maskot Jamnas 2011

        I .Bentuk
        Karikatur Bangau Bluwok yang memikul tongkat berwarna merah dan diujungnya terikat bendera berwarna orange berlogo Tunas Kelapa.Burung Bangau berada pada posisi berdiri memakai Seragam Pramuka Penggalang lengkap beserta atributnya.
        Si bluwok juga mengacungkan jari jempol tangan kanannya kearah depan.

        II . Pengertian
        Bangau Bluwok merupakan satwa liar yang harus dilindungi dari kepunahan. Seragam Pramuka Penggalang dan atribut merupakan Pramuka yang harus memberikan cerminan tentang pentingnya melestarikan satwa dan lingkungan/alam sekitar.Jempol tangan kanan memberikan makna bahwasanya Pramuka kedepan harus lebih oke dan maju lagi.

        III. Warna
        Warna cokelat muda, menggambarkan kematangan dalam bersikap dan bertindak.Warna merah, menggambarkan sikap pemberani/kesatria/patriotik.Warna hitam, menggambarkan keinginan untuk mengabdikan diri di masyarakat.Warna cream, menggambarkan kelembutan dan kehalusansi Bawok.

        NAMA MASKOT JAMBORE NASIONAL IX 2011
        � SI BAWOK �
        1. Makna
        • Merupakan singkatan dari � Bangau Bluwok �
        • Mempunyai arti kepanjangan :
        Berwatak Arif, Wawasan Organisasi, dan Kesatria �
        1. Gaya Bahasa
        • Pengucapan familier
        • Komunikatif
        • Mudah diingat dan dimengerti
        • Jenaka/lucu

        Logo Jamnas 2011
        Logo Jamnas 2011

        I. Bentuk
        Bentuk logo dari tiga elemen penting yaitu Tunas Kelapa, Jembatan Ampera, dan Elemen Air. Tunas Kelapa merupakan logo dari Pramuka itu sendiri. Jembatan Ampera merupakan Landmark kota Palembang, Sumatera Selatan. Sedangkan air menggambarkan Danau Teluk Gelam sebagai tempat pelaksanaan Jambore Nasional ini. Elemen air ini terdiri dari Sembilan garis yang menggambarkan bahwa pelaksanaan Jambore ini merupakan Jambore Nasional ke Sembilan

        II.Typografi
        Jenis tulisan memiliki kepribadian dan menunjukkan fungsi tertentu. Penggunaan yang konsisten dari jenis tulisan tertentu membuat audiens dengan mudah mengenali brand. Typografi Jambore Nasional 2011 menggunakan front Brushflash. Penggunaan front Brushflash mencerminkan semangat, kerjasama, dan kemandirian dalam pramuka itu sendiri.

        III.Warna
        Warna dasar utama yang dipilih adalah putih dan didukung oleh tiga warna lainnya yaitu merah, biru, dan hitam. Warna merah pada Jembatan Ampera dan tunas kelapa mencerminkan semangat dan kekuatan. Warna biru pada air mencerminkan kepercayaan, kesetiaan, ketenangan, kedamaian, dan ketulusan. Sedangkan warna hitam pada typografi mencerminkan kekuatan dan keagungan.

        Jangan Lupa DOWNLOAD Juknis Jamnas 2011 disini.
        Juga DOWNLOAD lagu-lagu Jamnas disini.

        Semoga tulisan hasil copas ini bermanfaat untuk kita semua. Salam Pramuka!!!

        Kamis, 21 April 2011

        Saka Wirakartika Koramil 411-11 Purbolinggo

        Purbolinggo kini mempunyai Saka (Satuan Karya) Wirakartika Koramil 411-11 dengan Pamong Serma Dilly S dan tiga orang instruktur. Pada saat tulisan ini diterbitkan, Saka Wirakartika Koramil 411-11 baru melaksanakan 6 kali latihan rutin di pangkalan, namun telah diikut sertakan dalam kepanitiaan bersama Saka Bhakti Husada Puskesmas Purbolinggo dalam acara Festival Wayang Kulit Purwa tingkat Nasional di Lapangan Merdeka Purbolinggo.
        Foto bersama anggota Saka Wirakartika Koramil 411-11 Purbolinggo

        Rencananya baru tanggal 22-24 April 2011 Saka Wirakartika akan melaksanakan diklat dan pelantikan yang dilaksanakan dalam 3 hari dengan perkemahan di areal komplek Koramil 411-11 Purbolinggo. Pada saat ini Saka Wirakartika Koramil 411-11 memiliki 35 anggota Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai gugus depan di Kwartir Ranting Purbolinggo.
         Serka Dilly S, Pamong Saka Wirakartika Koramil 411-11 Purbolinggo

        "Saya harapkan, Saka Wirakartika Koramil 411-11 Purbolinggo ini menjadi gebrakan khususnya di Lampung Timur, mengingat untuk sementara ini Saka Wirakartika di Lampung Timur terlihat sangat loyo" ujar salah satu Instruktur waktu penulis temui di lokasi latihan.

        Penulis berharap, Saka Wirakartika menjadi salah satu aset yang berharga khususnya untuk Kwarcab Lampung Timur. Salam Pramuka!!!

        Minggu, 10 April 2011

        Hilang Sudah Karakter Bangsaku

        Pernahkah kita dengar kata �Merdeka!� beberapa tahun belakangan ini? Adakah orang yang selalu dengan bersemangat untuk melaksanakan Upacara Bendera? Pernahkah Petani, Pedagang, Pemulung, Mahasiswa, dll ikut serta dalam Upacara-upacara kenegaraan?

        Penulis acap kali melantangkan �Merdeka!� pada kegiatan-kegiatan tertentu di Kepramukaan dan di kegiatan-kegiatan lain, namun respon pendengar sangat beraneka ragam. Ada celoteh ringan yang menganggap bahwa penulis sedang terjebak dengan masa lalu bangsa Indonesia, terlalu terbawa dengan kekejaman penjajah  dan tidak dapat menyesuaikan dengan kemajuan zaman, bahkan penulis pernah dibilang GILA oleh anak siswa Sekolah Dasar, tapi penulis menyadari bahwa usia anak SD belum cukup untuk tahu akan pentingnya bela negara. Dalam semboyan Merdeka terdapat nilai-nilai semangat patriotisme yang sudah sangat lama tidak terdengar lagi di telinga kita dan tidak terlihat oleh mata kita. Yang ada hanya semangat egoisme dan individualisme yang selalu muncul untuk kepentingan pribadi. Lalu, apakah Negara Indonesia dapat bertahan kokoh jika dinding-dinding yang berbahan patriotisme mulai lapuk dimakan zaman? Siapa yang akan membela negeri ini kalau kata Merdeka sudah terasa kaku untuk diucapkan? Kenapa kita masih juga belum bisa belajar dari Negara Jepang yang selalu mengimbangi kemajuan teknologi dengan kesederhanaan?

        Sisa-sisa bibit pengabdi masih ada di sana-sini yang akhirnya menjadi golongan  minoritas yang sering kali gagasan-gagasan gila-nya benar-benar dianggap gila oleh masyarakat. Pelajaran-pelajaran di sekolah hanya terpaku pada ilmu yang bersifat menguntungkan untuk masa depan, bukan terpaku pada moral dan watak siswanya, bagaimana sifat-sifat positif berbangsa dan bernegara dapat muncul jika kondisi seperti ini tetap dipertahankan?

        Harusnya, sikap Patriotisme itu ada di setiap jiwa bangsa Indonesia, tidak hanya pada TNI & POLRI saja yang notabene itu adalah sudah menjadi tugas mereka. Lalu dari mana kita harus memulainya, sedangkan sekolah pun sudah tak mampu untuk mencetak siswa yang berwatak, mental dan moral yang kokoh? 

        Mari kita abdikan diri benar-benar untuk bangsa dan Negara, tidak peduli seperti apa bentuknya. Asalkan itu baik dan bermanfaat untuk orang lain, lakukan! Latih anak-anak kita untuk selalu bersikap jujur dan sopan dalam pergaulan, jadikan anak-anak kita bibit-bibit unggul yang anti korupsi di masa yang akan datang. Jadikan anak-anak kita rela mati untuk kemerdekaan. Mari kita mulai dari kita sendiri.

        Penulis mengutarakan maksud hati ini sesuai dengan keadaan di tempat penulis tinggal, segala daya dan upaya tengah penulis kerahkan, walau usia masih terlalu muda dan dukungan yang muncul hanya perkataan saja.

        Dari tanahmu kami mengabdi padamu Ibu Pertiwi. Salam Pramuka!!!


        Pramuka Indonesia