Sabtu, 07 Mei 2011

Bumi Perkemahan Plang Hijau Permai

Hari ini penulis bersama bebepara pembina berjalan-jalan menuju Taman Nasional Way Kambas Kabupaten Lampung Timur. Perjalanan sekitar 45 Menit dari Purbolinggo. Pada awalnya tim hanya berjumlah empat orang dengan mengendarai dua buah motor saja, namun penulis bertemu dengan rekan-rekan dari Saka Wana Bhakti Taman Nasional Way Kambas yang berpangkalan di Plang Hijau (Pintu Gerbang Masuk Taman Nasional). Penulis mampir sejenak sambil menikmati kesejukan daerah yang masih ditumbuhi pohon-pohon khas hutan tropis yang tumbuh sangat rapat.
Bumi Perkemahan Plang Hijau Permai Taman Nasional Way Kambas
Saat ini Plang Hijau sudah mempunyai fasilitas Bumi Perkemahan sendiri yang bernama Bumi Perkemahan Plang Hijau permai yang terletak tepat disamping pintu masuk kawasan konservasi Gajah dan Badak Sumatera ini. Menurut Rahmat, salah satu anggota Saka Wana Bhakti, Bumi Perkemahan Plang Hijau Permai ini mampu menampung sekitar 100 orang pengunjung dengan fasilitas MCK, tempat parkir yang rindang, lapangan upacara, aula pertemuan, tempat ibadah dan tersedia beberapa paket yang dapat disesuaikan dengan jumlah peserta dan kegiatan yang ingin dilaksanakan.
Pangkalan Saka Wana Bakti Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur
Keunikan Bumi Perkemahan Plang Hijau Permai ini adalah masih banyaknya satwa-satwa liar yang sering bermain dan mencari makan di sekitar bumi perkemahan, sehingga pengunjung tidak perlu repot-repot masuk ke dalam hutan hanya untuk menyaksikan polah monyet, babi, musang dan masih banyak lagi binatang asli penghuni Taman Nasional Way Kambas ini.
Kak Andi bermain dengan Pepi, salah satu anak gajah yang menggemaskan 
di Taman Nasional Way Kambas
Mudah-mudahan tulisan kecil ini bermanfaat, apabila anda ingin mencoba camping di Buper ini dipersilahkan langsung menuju Plang Hijau atau cari Informasinya di Grup Saka Wana Bakti Way Kambas di Facebook. Mohon saran apabila terdapat kekeliruan. Salam Pramuka!!!

Sabtu, 30 April 2011

Logo, Maskot, Lagu dan Informasi seputar Jambore Nasional 2011 Danau Teluk Gelam OKI Sumatera Selatan

Setelah berjalan-jalan di webinfo.kwardasumsel.org, akhirnya Penulis memutuskan untuk mengkopi penuh isi artikel tentang Logo, Maskot dan Lagu mengingat pentingnya informasi ini untuk disampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Berikut adalah isi artikel yang penulis ambil, pengunjung juga dapat secara langsung mengunjungi artikel aslinya di webinfo.kwardasumsel.org.

"Si Bawok" Maskot Jamnas 2011
Si Bawok Maskot Jamnas 2011

I .Bentuk
Karikatur Bangau Bluwok yang memikul tongkat berwarna merah dan diujungnya terikat bendera berwarna orange berlogo Tunas Kelapa.Burung Bangau berada pada posisi berdiri memakai Seragam Pramuka Penggalang lengkap beserta atributnya.
Si bluwok juga mengacungkan jari jempol tangan kanannya kearah depan.

II . Pengertian
Bangau Bluwok merupakan satwa liar yang harus dilindungi dari kepunahan. Seragam Pramuka Penggalang dan atribut merupakan Pramuka yang harus memberikan cerminan tentang pentingnya melestarikan satwa dan lingkungan/alam sekitar.Jempol tangan kanan memberikan makna bahwasanya Pramuka kedepan harus lebih oke dan maju lagi.

III. Warna
Warna cokelat muda, menggambarkan kematangan dalam bersikap dan bertindak.Warna merah, menggambarkan sikap pemberani/kesatria/patriotik.Warna hitam, menggambarkan keinginan untuk mengabdikan diri di masyarakat.Warna cream, menggambarkan kelembutan dan kehalusansi Bawok.

NAMA MASKOT JAMBORE NASIONAL IX 2011
� SI BAWOK �
  1. Makna
  • Merupakan singkatan dari � Bangau Bluwok �
  • Mempunyai arti kepanjangan :
Berwatak Arif, Wawasan Organisasi, dan Kesatria �
  1. Gaya Bahasa
  • Pengucapan familier
  • Komunikatif
  • Mudah diingat dan dimengerti
  • Jenaka/lucu

Logo Jamnas 2011
Logo Jamnas 2011

I. Bentuk
Bentuk logo dari tiga elemen penting yaitu Tunas Kelapa, Jembatan Ampera, dan Elemen Air. Tunas Kelapa merupakan logo dari Pramuka itu sendiri. Jembatan Ampera merupakan Landmark kota Palembang, Sumatera Selatan. Sedangkan air menggambarkan Danau Teluk Gelam sebagai tempat pelaksanaan Jambore Nasional ini. Elemen air ini terdiri dari Sembilan garis yang menggambarkan bahwa pelaksanaan Jambore ini merupakan Jambore Nasional ke Sembilan

II.Typografi
Jenis tulisan memiliki kepribadian dan menunjukkan fungsi tertentu. Penggunaan yang konsisten dari jenis tulisan tertentu membuat audiens dengan mudah mengenali brand. Typografi Jambore Nasional 2011 menggunakan front Brushflash. Penggunaan front Brushflash mencerminkan semangat, kerjasama, dan kemandirian dalam pramuka itu sendiri.

III.Warna
Warna dasar utama yang dipilih adalah putih dan didukung oleh tiga warna lainnya yaitu merah, biru, dan hitam. Warna merah pada Jembatan Ampera dan tunas kelapa mencerminkan semangat dan kekuatan. Warna biru pada air mencerminkan kepercayaan, kesetiaan, ketenangan, kedamaian, dan ketulusan. Sedangkan warna hitam pada typografi mencerminkan kekuatan dan keagungan.

Jangan Lupa DOWNLOAD Juknis Jamnas 2011 disini.
Juga DOWNLOAD lagu-lagu Jamnas disini.

Semoga tulisan hasil copas ini bermanfaat untuk kita semua. Salam Pramuka!!!

Kamis, 21 April 2011

Saka Wirakartika Koramil 411-11 Purbolinggo

Purbolinggo kini mempunyai Saka (Satuan Karya) Wirakartika Koramil 411-11 dengan Pamong Serma Dilly S dan tiga orang instruktur. Pada saat tulisan ini diterbitkan, Saka Wirakartika Koramil 411-11 baru melaksanakan 6 kali latihan rutin di pangkalan, namun telah diikut sertakan dalam kepanitiaan bersama Saka Bhakti Husada Puskesmas Purbolinggo dalam acara Festival Wayang Kulit Purwa tingkat Nasional di Lapangan Merdeka Purbolinggo.
Foto bersama anggota Saka Wirakartika Koramil 411-11 Purbolinggo

Rencananya baru tanggal 22-24 April 2011 Saka Wirakartika akan melaksanakan diklat dan pelantikan yang dilaksanakan dalam 3 hari dengan perkemahan di areal komplek Koramil 411-11 Purbolinggo. Pada saat ini Saka Wirakartika Koramil 411-11 memiliki 35 anggota Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai gugus depan di Kwartir Ranting Purbolinggo.
 Serka Dilly S, Pamong Saka Wirakartika Koramil 411-11 Purbolinggo

"Saya harapkan, Saka Wirakartika Koramil 411-11 Purbolinggo ini menjadi gebrakan khususnya di Lampung Timur, mengingat untuk sementara ini Saka Wirakartika di Lampung Timur terlihat sangat loyo" ujar salah satu Instruktur waktu penulis temui di lokasi latihan.

Penulis berharap, Saka Wirakartika menjadi salah satu aset yang berharga khususnya untuk Kwarcab Lampung Timur. Salam Pramuka!!!

Minggu, 10 April 2011

Hilang Sudah Karakter Bangsaku

Pernahkah kita dengar kata �Merdeka!� beberapa tahun belakangan ini? Adakah orang yang selalu dengan bersemangat untuk melaksanakan Upacara Bendera? Pernahkah Petani, Pedagang, Pemulung, Mahasiswa, dll ikut serta dalam Upacara-upacara kenegaraan?

Penulis acap kali melantangkan �Merdeka!� pada kegiatan-kegiatan tertentu di Kepramukaan dan di kegiatan-kegiatan lain, namun respon pendengar sangat beraneka ragam. Ada celoteh ringan yang menganggap bahwa penulis sedang terjebak dengan masa lalu bangsa Indonesia, terlalu terbawa dengan kekejaman penjajah  dan tidak dapat menyesuaikan dengan kemajuan zaman, bahkan penulis pernah dibilang GILA oleh anak siswa Sekolah Dasar, tapi penulis menyadari bahwa usia anak SD belum cukup untuk tahu akan pentingnya bela negara. Dalam semboyan Merdeka terdapat nilai-nilai semangat patriotisme yang sudah sangat lama tidak terdengar lagi di telinga kita dan tidak terlihat oleh mata kita. Yang ada hanya semangat egoisme dan individualisme yang selalu muncul untuk kepentingan pribadi. Lalu, apakah Negara Indonesia dapat bertahan kokoh jika dinding-dinding yang berbahan patriotisme mulai lapuk dimakan zaman? Siapa yang akan membela negeri ini kalau kata Merdeka sudah terasa kaku untuk diucapkan? Kenapa kita masih juga belum bisa belajar dari Negara Jepang yang selalu mengimbangi kemajuan teknologi dengan kesederhanaan?

Sisa-sisa bibit pengabdi masih ada di sana-sini yang akhirnya menjadi golongan  minoritas yang sering kali gagasan-gagasan gila-nya benar-benar dianggap gila oleh masyarakat. Pelajaran-pelajaran di sekolah hanya terpaku pada ilmu yang bersifat menguntungkan untuk masa depan, bukan terpaku pada moral dan watak siswanya, bagaimana sifat-sifat positif berbangsa dan bernegara dapat muncul jika kondisi seperti ini tetap dipertahankan?

Harusnya, sikap Patriotisme itu ada di setiap jiwa bangsa Indonesia, tidak hanya pada TNI & POLRI saja yang notabene itu adalah sudah menjadi tugas mereka. Lalu dari mana kita harus memulainya, sedangkan sekolah pun sudah tak mampu untuk mencetak siswa yang berwatak, mental dan moral yang kokoh? 

Mari kita abdikan diri benar-benar untuk bangsa dan Negara, tidak peduli seperti apa bentuknya. Asalkan itu baik dan bermanfaat untuk orang lain, lakukan! Latih anak-anak kita untuk selalu bersikap jujur dan sopan dalam pergaulan, jadikan anak-anak kita bibit-bibit unggul yang anti korupsi di masa yang akan datang. Jadikan anak-anak kita rela mati untuk kemerdekaan. Mari kita mulai dari kita sendiri.

Penulis mengutarakan maksud hati ini sesuai dengan keadaan di tempat penulis tinggal, segala daya dan upaya tengah penulis kerahkan, walau usia masih terlalu muda dan dukungan yang muncul hanya perkataan saja.

Dari tanahmu kami mengabdi padamu Ibu Pertiwi. Salam Pramuka!!!


Pramuka Indonesia

Senin, 28 Maret 2011

Penghijauan

Minggu, 20 Maret 2011 Pukul 13.30 dua orang calon Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur yang dibantu oleh dua orang Pramuka Penggalang SMP Negeri 1 Way Bungur dan beberapa anggota DKR Purbolinggo dan Way Bungur telah melaksanakan kegiatan penghijauan dengan menanam 140 aneka macam bibit pohon di tanggul sungai Desa Tambah Subur Kecamatan Way Bungur yang dekat dengan pabrik tepung tapioka. kegiatan ini dimaksudkan untuk mengurangi erosi yang terjadi di tanggul tersebut. 
Tim Penghijauan

Sungguh sangat miris melihat kondisi di sekitar sungai tersebut, karena setelah proyek pembangunan tanggul tersebut dicanangkan oleh pemerintah tidak ada atau belum ada kegiatan tindak lanjut yang tentu saja agar tanggul yang dibangun tersebut tidak hancur sia-sia yang tergerus secara perlahan baik oleh arus air sungai maupun oleh air hujan. 
Walau siang sangat panas, kami tetap bersemangat
Harapan kami kedepannya, kegiatan penghijauan menjadi sebuah kegiatan yang tidak hanya digemari oleh anggota Pramuka saja, tetapi menjadi tugas bagi kita semua bangsa Indonesia. Jangan ada lagi penebangan hutan secara liar dan besar-besaran, hargailah kami karena kami peduli dengan keberlangsungan seluruh umat manusia. Salam Pramuka!!!

Minggu, 13 Maret 2011

Sejarah Kepanduan Dunia

Apakah Kepramukaan itu?

Kalau kita baca buku "B-P's Out Look", di dalamnya terdapat pendapat dari pencipta pendidikan Kepramukaan, Lord Baden Powell, yang berbunyi sebagai berikut :

SCOUTING is not a science to be solemnly studied, NOR is it a collection of doctrine and texts. No! it is a jolly game in the out of doors, where boy-men and boy can go adventuring together as leader and younger brother picking up health and happines, handicraft and help-fulness.

Artinya :
Kepramukaan bukanlah suatu ilmu yang harus dipelajari secara tekun, bukan pula merupakaan suatu kumpulan dari ajaran-ajaran dan naskah-naskah buku. Bukan! kepramukaan adalah suatu permainan yang menyenangkan di alam terbuka, tempat orang dewasa dan anak-anak pergi bersama-sama, mengadakan pengembaraan seperti kakak beradik, membina kesehatan dan kebahagiaan, keterampilan dan kesediaan memberi pertolongan.

Pengalaman Baden Powell
Baden Powell lahir pada tanggal 22 Februari 1857 di London. Namanya sesungguhnya adalah Robert Stephenson Smyth Baden Powell. Ayahnya seorang Professor Geometry di Universitas Oxfor, beliau meninggal ketika Baden Powell masih kecil. Pengalaman-pengalaman Baden Powell sejak kecil yang berpengaruh pada adanya kegiatan Kepramukaan banyak sekali dan cukup menarik.

Diantaranya :
a. Ditinggal bapak sejak kecil dan mendapatkan pembinaan watak dari ibunya.
b. Latihan keterampilan berlayar, berenang, berkemah, olah raga dan lain-lainnya didapat dari kakak-kakaknya.
c. Baden Powel sangat disenangi teman-temannya karena selalu gembira, lucu cerdas, suka main musik, bersandiwara, berolah raga, mengarang dan menggambar.
d. Pengalaman di India sebagai Pembantu letnan pada Resimen 13 Kavaleri yang berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang dan diketemukan di puncak gunung, serta keberhasilan melatih panca indera kepada Kimball-o'Hara.
e. Pengalaman terkepung bangsa Boer di kota Mafeking, Afrika Selatan selama 127 hari dan kekurangan makanan.
f. Pengalaman mengalahkan kerajaan Zulu di Afrika dan mengambil kalung manik kayu milik raja Dinizulu.

Pengalaman tersebut ditulisnya menjadi sebuah buku berjudul "Aids to Scouting", yang sebenarnya memberi petunjuk kepada tentara muda Inggris agar dapat melakukan tugas penyelidik dengan baik. Buku ini sangat menarik, tidak hanya bagi para pemuda bahkan juga orang dewasa.

Tn. William Smyth sebagai salah satu seorang pemimpin Boys Brigade di Inggris minta agar BP melatih anggotanya sesuai dengan ceritera pengalaman beliau itu.

Tahun 1910 BP minta pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal. Beliau mendapat title Lord dari Raja George pada tahun 1929. BP menikah dengan Olave St Clair Soames pada tahun 1912 dan dianugerahi tiga orang anak. BP meninggal tanggal 8 Januari 1941 di Negeri Kenya, Afrika.

Oleh : Dewi Kusuma Anggraini

Senin, 07 Maret 2011

Keterampilan - Simpul

Dalam Teknik Kepramukaan (Tekpram) sering sekali kita bertemu dengan kegiatan tali-temali dalam latihan pramuka. Kegiatan ini merupakan ciri khas gerakan kepanduan di seluruh dunia. Ada banyak sekali yang harus dipelajari, ada simpul, ikatan, pioneering dan lain sebagainya. Untuk mencapai tahap latihan pioneering, pramuka harus memiliki kemampuan untuk membuat dasar dari tali-temali, yaitu simpul dan ikatan. Berikut ini ada beberapa simpul sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Silahkan dipraktekkan, atau paling tidak cukup dimengerti saja.
Simpul Ujung Tali :
Simpul ini berfungsi untuk menjaga ujung sebuah tali agar tidak terurai.
    Simpul Mati :
    berfungsi untuk mengikat tali yang sama besar
      Simpul Anyam:
      berfungsi untuk mengikat tali yang sama besarnya dalam kondisi kering.

        Simpul Anyam Berganda :
        berfungsi untuk mengikat dua tali yang berbeda ukuran dalam kondisi kering atau basah
          Simpul Erat :
          berfungsi untuk memulai suatu ikatan
            Simpul Pangkal :
            digunakan untuk permulaan suatu ikatan
              Simpul Tiang:
              berfungsi untuk mengikat leher binatang ternak agar tidak terjerat dan masih dapat bergerak bebas mencari makan.
                Simpul Tarik (turun tebing) :
                digunakan untuk menuruni tebing/pohon dan tidak akan kembali lagi ke atas. Satu tali untuk turun dan satu tali lagi untuk melepaskan simpul. Hati-hati menggunakan simpul ini, jangan sampai salah menggunakannya.
                  Simpul Kursi :
                  berfungsi untuk mengangkat/menurunkan manusia atau barang
                    Simpul Kembar :
                    digunakan untuk mengikat dua tali yang sama ukurannya dalam kondisi licin atau basah
                      Simpul Jangkar :
                      berfungsi untuk membuat tandu darurat
                        Gambar-gambar tersebut pasuda kutip dari bahan serahan KML Penegak. Demikian sedikit informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua. Salam Pramuka!!!