Rabu, 07 September 2011

Tali Temali - Pioneering

Salam Pramuka!!!
Setelah kita mempelajari tentang macam-macam dan tata cara penggunaan simpul, tentu saja harus ada tindak lanjut yang lebih advance agar pengetahuan yang kita dapat itu dapat berkembang dan bertahan lebih lama dalam ingatan kita. Sudah lama kami ingin berbagi gambar yang kami dapat dari www.bsatroop780.org. Yaitu gambar tentang pioneering. Mudah-mudahan gambar-gambar berikut dapat membantu kakak-kakak sekalian yang kesulitan untuk mencari contoh gambar untuk berlatih pioneering. Semoga bermanfaat.

Camp Gadgets
Bulletin Board Stand Latern Tripod Tool Rack Various Utensils
Bulletin Board Stand Latern Tripod Tool Rack Various Utensils
More Utensils Fire Pail Stands Trash Bag Tripods Clothes Line
More Utensils Fire Pail Stands Trash Bag Tripods Clothes Line
Camp Shower High Force Shower Camp Podium Kitchen Work Table
Camp Shower High Force Shower Camp Podium Kitchen Work Table
Three Compartment Sink Three Compartment  Sink Washboard Camp Table Camp Table With Seats
3 Compartment Sink 3 Compartment Sink Washboard Camp Table Camp Table With Seats
Chippewa Cooking Fire Stand Camp Table With Bench Old Gadgets Woodstore
Chippewa Cooking Fire Stand Camp Table With Bench Old Gadgets Woodstore
Wash Stand Towel Rack Latrine
Wash Stand Towel Rack Latrine
Towers
Signal Tower Hourglass Signal Tower 10 Minute Tower Brynbach Tower
Signal Tower Hourglass Signal Tower 10 Minute Tower Brynbach Tower
Pfox Tower Stilt Tower Triangular Signal Tower Beacon Tower
Pfox Tower Stilt Tower Triangular Signal Tower Beacon Tower
Tree House Lookout Tower

Tree House Lookout Tower

Tools
Bridges
Monkey Bridge Friction Bridge Friction Bridge Single Lock Bridge
Monkey Friction #1 Friction #2 Single Lock
Single Lock Bridge Single Trestle Bridge Single Trestle Bridge Draw Bridge
Single Lock Single Trestle Single Trestle Draw Bridge
Suspension Bridge Suspension Bridge Bushman's Bridge Abington Spring Bridge
Suspension Suspension Bushman Abington Spring
Ladder to Tree Bridge Permanent Road Bridge Pivot Bridge
Ladder to Tree Permanent Pivot
Gateways
Simple Gateway Free Standing Gateway Covered Gateway Lifting Gateway
Simple Free Standing Covered Lifting
Gateway With Doorbell Massive Gateway Swinging Gateway @ Door Gateway
With Doorbell Massive Swinging Two Door
Turnstile Gateway Easy Freestanding Gateway Inground Gateway With Swinging Gate Simple In Ground Gateway
Turnstile Easy Freestanding In Ground Gateway Simple In Ground
Seriously Large Covered Gateway


Seriously Large Covered





Selasa, 19 Juli 2011

Sejarah Kwartir Daerah Lampung

       I.         Kelahiran Kwarda Lampung.
   
Tahun 1961 Lampung masih menjadi karesidenan dan merupakan bagian dari propinsi Sumatera Selatan, dengan Residen Raden Muhamad ( ayah dari Letjen Himawan Sutanto / mantan Ka.Kwarnas ).

Kelahiran Gerakan Pramuka di daerah Lampung, dapat dikatakan besamaan  dengan kelahiran Gerakan Pramuka di Indonesia yaitu tanggal 14 Agutsus 1961. Hal ini dapat ditinjau dari penuturan salah seorang pelaku sejarah yaitu kak Hadi Suratman seorang pelatih senior yang saat ini masih hidup dan masih eksis serta aktif dalam kepramukaan yang mengalami dan menjalani langsung tahap dan peristiwa-peristiwa awal keberadaan dan perkembangan Gerakan Pramuka di daerah Lampung. Saat  awal kelahiran Gerakan Pramuka kak Hadi Suratman menjadi pemimpin yang membina kepanduan PKS di tempat beliau bertugas sebagai guru di SMP Negeri 2 Tanjungkarang. Sayang dokumentasi secara administratif maupun foto yang menunjukkan bukti keabsahan peristiwa tersebut tidak bisa didapat lagi karena pada saat itu semuanya masih serba terbatas.tetapi informasi dari kak Hadi Suratman ini dapat diakui kebenarnnya karena selain beliau masih ada pelaku sejarah yang hidup yaitu kak Muchtar Seman Truna Irawan , yang meskipun beliau tidak dapat aktif dalam Gerakan Pramuka tetapi masih memberikan perhatian dan dukungan terhadap Gerakan Pramuka.

Sebagai kelanjutan dari peleburan kepanduan menjadi Gerakan Pramuka pada tanggal 9 Maret 1961, dan diterbitkannya Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 238 Tahun 1961  pada bulan Mei 1961, tokoh-tokoh kepanduan di daerah Lampung menerima Keppres Nomor. 238/1961 tentang peleburan Pandu menjadi satu wadah satu organisasi kepanduan yang disebut Pramuka ( Praja Muda Karana ) , beberapa tokoh kepanduan yang ada di Tanjungkarang antara lain Kakak Suwardi dari Pandu Rakyat, kak Usman Amin dari dari Pandu HW, Kak Raden Syarih Jufri dari Pandu N.A, Kak Sujas dari Pandu Katolik, Kak Aswar dari Pandu Islam ( S.I.A.P ), Kak Muhtar Seman dari Pandu Udara, Kak Hadi Suratman dari Pandu PKS dan beberapa orang lainnya berkumpul di rumah kak Suwardi, dan bermusyawarah menyikapi Keppres 238 tersebut.

Pertemuan tersebut menyepakati bagi pandu yang setuju meleburkan diri menjadi Pramuka tidak dihalangi dan bagi yang tidak setuju tidak ada permasalahan dan tidak perlu dimusuhi. Dari beberapa tokoh yang berkumpul tersebut disepakati kak Hadi Suratman , Kak Usman Amin  , Kak Syarih Jufri, untuk segera menghadap Bapak Walikotapraja Tanjungkarang-Telukbetung  yang saat itu yang dijabat oleh Bapak Zainal Abidin Pagar Alam untuk menyampaikan beberapa hal antara lain melaporkan adanya Keppres 238/1961, tentang Gerakan Pramuka dan mohon restu akan dibentuknya Gerakan Pramuka di daerah Lampung.  Dalam pertemuan dengan bapak Walikota itu dilaporkan juga rencana akan dilaksanakan pawai sosialisai Gerakan Pramuka Lampung bersamaam dengan kirab Gerakan Pramuka di Jakarta pada tanggal 14 Agustus 1961.

Pada tanggal 14 Agustus 1961, bersamaan dengan kirab sosialisasi Gerakan Pramuka di Jakarta, sebagaimana yang telah dilaporkan kepada walikota diadakanlah pawai Gerakan Pramuka berkeliling kota Tanjungkarang dengan rute dari lapangan Enggal ( saat ini Saburai ) menuju Durian Payung ( Jalan. Kartini ) terus kearah Bambu Kuning melalui Jalan Pemuda ( simpang empat kantor CPM, sekarang depan Pos Polsekta Tanjungkarang Pusat ), terus melalui Jln. Raden Intan dan kembali ke lapangan Enggal melalui pertigaan toko Gramedia ( sekarang jalan Tulangbawang ). Dalam pawai tersebut peserta masih mengenakan seragam pandu lama dengan peci nasional tetapi belum memakai  setangan leher pramuka seperti setangan leher sekarang. dalam pawai tersebut juga tidak dipakai setangan leher pandu dan segala atributnya. Sesampainya di lapangan Enggal, beberapa tokoh berkumpul kembali untuk menindaklanjuti pembentukan Gerakan Pramuka di daerah Lampung. Perkembangan selanjutnya terbentuklah Kwartir Cabang Tanjungkarang/Telukbetung ( nama sebelum Bandar Lampung ) dengan Ka. Kwarcab yang pertama Kak Syoekri Koharurizal, Sekretaris kak Muhtar Seman Truna Irawan dan Kak Hadi Suratman, Andalan cabang uurusan lat latihan  kak Suparto RS., Andalan urusan Rohani Islam kak M. Yasin dan kak Urip, Urusan Rohani Katolik kak Sujas dan beberapa pengurus lainnya yang ditunjuk.

Setelah karesidenan Lampung terpisah dari propinsi Sumatera Selatan pada tahun 1964 dan menjadi Propinsi Lampung dengan ibukota Tanjungkarang/Telukbetung maka dibentuklah Kwartir Daerah Lampung pada tahun itu dan yang menjabat sebagai Ketua Kwarda yang pertama adalah Kak Yunada SH, dengan sekretaris Letnan Salim, Andulat Kak Suparto RS., Anduperkap kak Hadi Suratman , Andukeb Kak.M.Basir dan pengurus lainnya.

II.  Masa pertumbuhan dan berperan

Seiring dengan perjalanan waktu terbentuklah empat kwartir cabang Gerakan Pramuka yaitu Kotapraja Tanjungkarang-Telukbetung, Lampung Utara, pada tahun 1962 yang ditandai dengan pelantikan pengurus Kwartir Cabang dengan Ketua Kwartir Cabang pertama kak Saleh Achmad ( mantan tokoh pandu SIAP ) selanjutnya berdiri dan dilantik Kwartir Cabang Lampung Tengah, dan Kwartir Cabang Lampung Selatan sesuai dengan jumlah kabupaten dan kotapraja di provinsi Lampung saat itu. Secara bertahap masing-masing kwartir cabang melakukan penyempurnaan organisasi dan personil pengurusnya, dan melakukan pembinaan bagi anggota dan peserta didiknya. Pembinaan ini diwujudkan dalam bentuk latihan para anggotanya, dengan mengadakan kegiatan ditingkat  satuan-satuan gugusdepan, maupun menyelenggarakan kegiatan tingkat kwartir cabang dan tingkat kwartir daerah, bahkan tingkat nasional.

Sejalan dengan kebijakan kwartir nasional para pengurus dan Pembina aktif mengikuti pertemuan-pertemuan tingkat nasional antara lain pada bulan April 1962 di Bogor Jawa Barat, mengikuti Muker Anpuda I /Andalan Pusat dan Daerah nama musyawarah Gerakan Pramuka sebelum berganti nama dengan Munas, dan mengikuti Muker Anpuda II di Senayan Jakarta pada tanggal 7 s.d 13  Agustus 1963. Dan Muker Anpuda III tahun 1966 di Pasar Minggu. Untuk memenuhi tuntutan perkembangan Gerakan Pramuka dan kebutuhan tenagapembina   pramuka maka Kwartir Nasiolan  Gerakan  Pramuka  menyelenggarakanKursus  Pembina  pada  tanggal 8 s.d 24 November 1964 di Senayan dan Pasar Minggu Jakarta yang diselenggarakan oleh satu lembaga  pendidikan yang bernama PUSDIKA (Pusat pendidikan kader Gerakan Pramuka ) Candradimuka. Kursus ini dilanjutkan dengan Kursus Aplikasi pelatih pada tanggal 12 s.d 15 Desember 1964. Pada kesempatan tersebut daerah Lampung mengikutsertrakan 12 ( duabelas) orang pembinanya yang terdiri dari pembina satuan siaga, penggalang dan penegak yang mewakili empat kwartir cabang Gerakan Pramuka daerah Lampung masing-masing Kwartir Cabang Kotamadya Tanjungkarang-Telukbetung ( nama Bandar Lampung saat itu ) , Kwartir Cabang Lampung Selatan, Kwartir Cabang Lampung Utara, dan Kwartir Cabang Lampung Tengah. Dua belas orang Pembina ini merupakan Pembina mahir pertama, juga sekaligus sebagai pelatih Pembina Pramuka di Kwarda Lampung .

Tindak lanjut dari kursus aplikasi pelatih ini ini para pembina lulusan Kursus yang telah berpredikat pelatih tersebut melaksanakan kurus yang sama bagi pembina pramuka di daerah Lampung pada tanggal 1 Mei sampai dengan 25 Mei 1965  bertempat di komplek Lembaga Malaria ( sekarang Dinas kesehatan ) propinsi Lampung, Jl.dr.Susilo Pahoman Bandar Lampung. Kursus pembina pramuka yang pertama ini dilaksanakan oleh DADIKA (Daerah Pendidikan kader Gerakan Pramuka) Intan Pura. dipimpin oleh kak Soeparto Rusman, dengan anggota 11 orang pelatih yang mengikuti kursus pembina dan Aplikasi pelatih di Jakarta. Secara bertahap Gerakan Pramuka di Lampung memperkuat keberadaan dan pengembangan organisasinya dengan meningkatkan segala upaya untuk mendukung laju jalannya organisasi dengan berbagai kegiatan baik bagi pengurus kwartir, pembina maupun peserta didik.

III.     Masa pengembangan dan meningkatkan kemampuan

Sejalan dengan perkembangan dan pemekaran daerah di propinsi Lampung maka kwarda Lampung juga melaksanakan pengembangan kwartir cabang pada tahun 1984 kwartir cabang di kwarda Lampung yang semula hanya memiliki 4 kwartir cabang berkembang menjadi 5 kwartir cabang ,kemudian berkembang menjadi 7 kemudian berkembang menjadi 10 kwartir cabang. Perkembangan terakhir sampai dengan 50 tahun usia Gerakan Pramuka pada tahun 2010 kwartir daerah Lampung memiliki 14 Kwartir cabang sejalan dengan pemekaran Daerah Otonomi di provinsi Lampung yaitu 2 kota dan 12 kabupaten. Keberadaan kwarda Lampung diwujudkan dalam aktifitas pembinaan organissi dan anggotanya yaitu peserta didik dan anggota dewasa sebagai pelaksana dan fasilitator sesuai dengan kapasitas, fungsi dan tugas masing-masing.

Dalam bidang pngembangan Satuan Kaya Kwarda Lampung menyesuaikan dengan pembentukan dan pengembangan Satuan Karya tingkat nasional. Dimulai dengan pembentukan Kompi Taruna Bumi ( nama sebelum Saka Tarunabumi ) pada tahun 1966, Komandan Kompi Taruna Bumi yang pertama adalah Kak Jauhari ( Denca seorang pandega yang membina regu LT IV tahun 1964, dan Pramuka Samudra ( nama sebelum Saka Bahari ) dipimpin oleh kak Harjulian Suwardi. Kwarda Lampun menjadi daerah yang mencetuskan Saka Bhakti Husada dan menguatkan keberadaannya melalui penyelenggaraan dan keikutsertaan dalam berbagai kegiatan baik ditingkat daerah, nasional, maupun internasional.


Pada tahun 1977, Kwarda Lampung menjadi salah satu unit pusat pengembangan Apiari Nasional di Natar Lampung Selatan. Dalam dasa warsa pertama ini kwarda Lampung juga tidak tertinggal menikuti berbagai kgiatan tingkat nasional dan internasional antara lain.

a.      Kegiatan peserta didik.
Kegiatan peserta didik tingkat nasional yang pertama diikuti oleh kwartir daerah Lampung adalah Lomba Tingkat Nasional yang ketika itu dikenal dengan istilah Lomba Tingkat IV ( LT IV ) pada tanggal 1 s.d 14 Agustus di 1964 di Cijantung Jakarta. Dalam LT IV ini Kwarda Lampung mengikutsertakan 2 regu penggalang putera � puteri  pemenang lomba ( LT III) tingkat daerah.  Kegiatan LT tingkat nasional yang kemudian menjadi LT V dikuti oleh Kwarda Lampung sampai yang terakhir  tahun 2006 di Jakarta dan berhasil menjadi regu berprestasi tertinggi.

Pada tanggal 5 s.d 30 Agutsus 1968 Kwartir Daerah Lampung mengikutsertakan penegak dan pandeganya dalam kegiatan perkemahan Wirakarya I ( PW ) nasional di Cihideung Bogor Jawa Barat. Diakhir dasa warsa pertama kwarda Lampung dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Perkemahan Wirakarya II ( PW ) nasional di Gisting atas, Lampung Selatan pada tanggal 17 Juli s.d 28 Agustus 1971. Kegiatan yang diawali dengan Perkemahan tingkat daerah ini diikuti oleh seluruh kwartir daerah se Indonesia. Berbarengan dengan pelaksanaan Perkemahan Wirakarya itu pada tanggal 4 s.d 14 Agustus 1971 kwarda Lampung juga mengikutsertakan 4 orang penggalang dan 1 orang pembina dalam Jambore dunia di Asagiri Hight Jepang. Kegiatan perkemahan Wirakarya tingkat nasional ini juga dilaksanakan kembali di desa Gisting atas pada tahun 1983 dengan proyek pembangunan instalasi air bersih.

Kwarda Lampung juga selalu mengikutsertakan peserta didik dalam setiap kegiatan Jambore nasional sejak yang pertama tahun 1973,  sampai dengan yang terakhir tahun 2006 di Jatinangor Sukabumi Jawa Barat. Dalam Jambore nasional yang pertama di Cibubur, Kwarda Lampung diberi peran pada upacara pembukaan yaitu prosesi penyambutan masyarakat Lampung (diwakili oleh sepasang muli meranai / bujang dan gadis Lampung yang berpakaian adat Lampung ) menerima obor Transmigrasi yang meneyeberangi laut ( disimbolkan dengan menyeberangi danau Situ Baru) sebagai simbol bahwa Lampung siap menerima saudara-saudaranya para transmigran dari seberang.

Pada tahun 1972 Kwarda Lampung menerima transmigrasi pramuka (transpram) program Kwartir Nasional pertama yang ditempatkan di Way Abung Lampung Utara ( sekarang kabupaten Tulang Bawang Barat ), dan yang kedua di Rajabasa Lama Lampung Tengah ( Sekarang kabupaten Lampung Timur ) pada tahun 1973. Kwarda Lampung juga tidak pernah absen mengikutsertakan anggotanya dalam kegiatan Perppanitra ( nama sebelum Raimuna ) setelah Perppanitra yang pertama pada tanggal 21 s.d 26 Agustus 1969 di Cimanggis Bogor sampai dengan Raimuna yang terakhir tahun 2008 di Jakarta. Kegiatan Perti Saka juga diikuti Kwarda Lampung sejak yang pertama sampai yang taerakhir tahun 2008 di Jakarta, demikian juga kegiatan Peran Saka yang terakhir diikuti tahun 2010 di Batam. Peserta didik juga turut berperan dalam kepengurusan tingkat nasional antara lain Ridho Ficardo, Tri Indah Noviana, Titi Maryanti, Eko Andriyanto dan  Ella Novrianti sebagai pengurus Dewan Kerja Penegak Pandega Nasional.

b.     Kegiatan anggota dewasa.
Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kompetensi anggota dewasa untuk membina peserta didik dan pelaksana organisasi Kwarda Lampung selalu mengikuti dan menyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi anggota dewasa baik dalam bentuk kursus pembina, pelatih maupun pertemuan-pertemuan lain sejak Kursus Pembina Mahir yang pertama tahun 1964, sampai dengan yang terakhir tahun 2010.

Kwarda Lampung juga berkali-kali diberi kepercayaan dan menjadi pelaksana kegiatan bagi anggota dewasa tingkat nasional yang diselenggarakan kan di Kwarda Lampung. Andalan Kwarda Lampung juga pernah berperan dalam kepengurusan tingkat nasional antara lain : Kak.Subki E.Harun, kak H.Mursyid Arsyad, sebagai andalan Nasional, Kak Faried Djahidin sebagai anggota tim Verifikasi nasional, Kak Joko Mursitho sebagai Kepala Pusdiklatnas, serta Kak M. Afif Anshori dan  Kak M.Syarief Hidayat sebagai anggota Tim Pelatih Pusdiklatnas.

IV.             Kepengurusan Kwartir
Kepengurusan kwartir daerah Lampung silih berganti sejalan dengan masa baktinya. Sejak tahun 1961 sampai dengan 50 tahun Gerakan Pramuka kwartir daerah Lampung telah melaksanakan 13 kali musyawarah daerah termasuk Musyawarah kerja Andacab sebelum ada istilah Munas, dan Musda, telah 9 kali berganti Majelis Pembimbing Daerah, dan 11 kali pergantian  Ketua Kwartir Daerah dalam beberapa kali periode kepengurusan. Dibidang pembinaan dan pengembangan kepemimpinan melalui lembaga Dewan Kerja Penegak-pandega, kwartir daerah Lampung juga membentuk dan memfungsikan Dewan Kerja Penegak � Pandega Kawarda Lampung. Sejak tahun 1969 DKD Lampung telah mengalami 15 kali pergantian ketua dalam beberapa peride kepangurusan.

Secara periodisasi Majelis Pembimbing daerah dan Ketua kwartir Daerah serta Dewan Kerja daerah adalah sebagai berikut:
             

DAFTAR NAMA KETUA. MABIDA, KETUA. KWARDA DAN KETUA DKD
KWARTIR DAERAH  LAMPUNG PERIODE 1961 � 2011
No.
Ketua.Mabida
Ketua.Kwarda
Ketua.DKD
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
Raden Muhamad ( Residen)
Koesno Danupojo
Zainal Abidin Pagar Alam
Sutiyoso
Yasir Hadi Broto
Poedjono Pranyoto
Drs. Oemarsono
Sjachroedin ZP
R. Yunada, SH.
May ( L ) Abdul Moeloek
May ( L ) Siswo Suwarno
Drs. Thabrani Daud
Letkol. Pol (Pur) R. Suhardini
Drs. H. Subki E.Harun
Drs. Suwardi Ramli
H. Mursyid Arsyad,SH.
Ir. Rachmat Abdullah
Hi. Sjacrazad ZP., SH

Upik Suprihati,
Masduki
Hermawati. CA.
YP Surachmat
Joko. SS. Hartono
Andri Wida  yanti
Catur Agus Dewanto
Sunarti
Mubasit, SA.
Eko Setiawan
Afrianta
Roni Gustian
Dian Kusuma Sailendra
Jaka Wijaya.
Sumber : Kwarda Lampung

Sabtu, 16 Juli 2011

Logo dan Maskot Jambore Nasional Dari Masa ke Masa

Salam Pramuka!!!
Untuk mengabadikan Jambore Nasional yang telah berlalu, pasuda mengumpulkan beberapa Logo dan Maskot Jambore Naional Gerakan Pramuka yang pernah dilaksanakan di Indonesia. Semoga koleksi ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua.
Logo Maskot





-

-

-

-

-

-
Gambar-gambar di atas adalah logo jambore nasional dari masa ke masa. Apabila terdapat kekurangan atau kesalahan, mohon kirimkan komentar. Untuk mendapatkan lagu Mars dan Hymne Jambore Nasional dari Masa ke Masa, silahkan download disini. Semoga sedikit tulisan ini bermanfaat, Salam Pramuka!!!

Kamis, 09 Juni 2011

Membaca Fenomena Alam

Pada dasarnya alam diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan berbagai macam bentuk dan keunikan masing-masing. Sehingga dengan keindahan alam itulah manusia dapat bersyukur dan melihat tanda-tanda kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.


Alam mempunyai karakteristik yang berbeda pada suatu daerah dengan daerah yang lainnya. Alam juga mempunyai tanda-tanda yang khas, yang apabila satu tanda dihubungkan dengan tanda yang lainnya akan menimbulkan suatu kesimpulan tertentu yang dapat bermanfaat untuk manusia. Misalkan saja awan terlihat gelap dan bergerak, itu pertanda bahwa akan segera turun hujan, Tuhan benar-benar telah menunjukkan kebesarannya.

Sebagai seorang Pramuka kita harus pandai-pandai membaca tanda-tanda alam di sekitar kita, karena dengan begitu seorang Pramuka dapat membuat suatu keputusan apa yang harus dilakukannya saat itu. Kemampuan untuk membaca suatu tanda-tanda itu disebut dengan Deduksi

Pada artikel ini penulis akan memaparkan beberapa keadaan alam yang dapat diprediksi oleh manusia.


1. Memprediksi Cuaca
Dalam suatu kegiatan Kepramukaan, keadaan cuaca sangat menentukan lancar atau tidaknya suatu aktivitas. Cuaca yang cerah tentu saja sangat cocok untuk kegiatan di luar ruangan. Untuk memprediksi cuaca, kita dapat membacanya melalui keadaan langit, awan, angin dan perilaku binatang-binatang yang ada di sekitar kita.
  • Burung-burung berkicau dan bersahutan di pagi hari, pertanda cuaca akan cerah.
  • Burung walet terbang sangat tinggi, pertanda cuaca akan cerah, sebaliknya apabila burung walet terbang terbang rendah dan berkelompok pertanda akan turun hujan.
  • Semut-semut akan berlindung di dalam sarangnya apabila cuaca akan turun hujan, semut akan berjalan kesana kemari mencari makan di permukaan tanah pertanda cuaca akan cerah.
  • Ulat, kupu-kupu dan beberapa serangga sejenis akan berlindung di bawah daun apabila akan turun hujan.
  • Awan gelap yang bergerak ke arah kita berdiri berarti hujan akan segera turun di lokasi kita berdiri.
  • Jika berada di daerah pinggir sungai dataran rendah, perhatikan angin yang berhembus. Angin yang dingin yang mengandung air dan air sungai yang keruh pertanda hujan sudah turun di hulu sungai.
  • Ayam berteduh pada saat hujan pertanda hujan akan berlangsung lama, apabila ayam tetap mencari makan meski saat hujan, pertanda hujan akan berlangsung sebentar saja.
2. Memprediksi Bencana Alam
  • Air laut yang surut terlalu jauh tidak seperti biasanya dan didahului dengan gempa bumi, pertanda akan terjadi gelombang tsunami, segeralah berlari menuju tempat yang tinggi.
  • Monyet-monyet akan turun dari gunung secara beramai-ramai pertanda gunung akan meletus.
  • Burung-burung terbang tak beraturan pertanda akan terjadi bencana alam, bisa kebakaran hutan, gempa bumi atau gunung meletus.
  • Anjing-anjing yang menyalak dan panik tidak seperti keadaan biasanya pertanda akan terjadi bahaya, kemungkinan adalah gempa bumi.
3. Memprediksi Arah (Tanpa Kompas)
Ada banyak cara yang dapat digunakan oleh Pramuka untuk menentukan arah, tentu saja apabila kondisi kita dalam keadaan darurat dan tidak membawa kompas.
  • Dahan pohon yang berlumut menunjukkan arah barat, karena pada bagian pohon sebelah barat jarang mendapat sinar matahari.
  • Bunga-bunga tumbuh condong ke arah matahari, yaitu adalah ke arah timur.
  • Matahari selalu terbit dari arah timur.
  • Menentukan arah dengan kompas buatan dari jarum yang ujungnya digosokkan pada ujung magnet.
  • Jika di perkampungan, masjid dapat menentukan arah barat (wilayah Indonesia)
  • Jika di pemakaman, letak batu nisan dapat digunakan sebagai penentu arah utara.
Demikian sedikit pengetahuan tentang membaca fenomena alam, semoga dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salam hangat dari Pasuda. Salam Pramuka!!!

Sabtu, 04 Juni 2011

Sandi Panah

Salam Pramuka!!!
Selamat datang kami ucapkan kepada kakak-kakak anggota Gerakan Pramuka di blog sederhana kami Pasukan Kusumayudha. Pangkalan kami di SMP Negeri 1 Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur.
Mari jadikan kegiatan bermain dengan sandi pramuka menjadi salah satu hobi untuk kita kerjakan dalam setiap latihan pramuka. Setelah adinda Tika bisa menyelesaikan tugasnya membuat sandi Bata untuk menempuh syarat SKU penggalang terap, kini giliran adinda M. Ichfa Adi Az'ari Anggota Pasukan Wira Buana SMPN 1 Way Bungur Kabupaten Lampung Timur yang bertugas untuk membuat sebuah sandi. Walaupun hasil karya Adi sedikit aneh, tapi patut untuk diberikan apresiasi atas kerja kerasnya itu. Adi berhasil membuat sebuah sandi yang ia beri nama Sandi Panah.
    Sandi panah adalah sandi yang sudah memiliki kunci tetap, yaitu yang tertera pada gambar di bawah ini. Sandi sederhana ini dapat kita manfaatkan untuk melatih keterampilan dan kejelian adik-adik siaga atau penggalang. Sandi sederhana ini mudah-mudahan dapat menambah perbendaharaan kakak soal sandi Pramuka.
        Sandi Panah Karya M. Ichfa Adi Az'ari Pasukan Wira Buana

        Demikian sedikit materi kecil dari kami. Mudah-mudahan bermanfaat untuk kakak-kakak dan adik-adik anggota Pramuka di seluruh Indonesia. Mohon cantumkan alamat blog ini apabila kakak ingin membaginya pada blog kakak. Salam Hangat dari Pasuda. Terima kasih dan salam Pramuka!!!

        Sandi Bata

        Salam Pramuka...!!!
        Hari ini penulis memberikan sedikit tantangan kepada adik-adik anggota Pramuka Pasukan Wira Buana SMPN 1 Way Bungur Kabupaten Lampung Timur untuk membuat sebuah sandi yang antara satu orang dengan orang lain tidak boleh sama. Al hasil, sandi kreasi adik-adik ternyata tidak kalah unik dan asik untuk dipelajari bersama-sama.

        Berikut ini adalah salah satu contohnya, yaitu Sandi Bata. Sandi ini karangan adinda Tika Liana Wati Penggalang Rakit Pasukan Wira Buana SMPN 1 Way Bungur, Lampung Timur. Sandi Bata adalah sebuah sandi dengan kunci tetap, kunci itu sendiri dikarang oleh adinda Tika. Kunci berupa gambar batu bata yang ditumpuk sedemikian rupa sengga membentuk model tumpukan yang memiliki arti tertentu. Kalau kakak tertarik dipersilahkan untuk mengajarkannya kepada adik-adik Pramuka di seluruh Indonesia untuk menambah keterampilan tentang sandi.
        Sandi Bata Karya Tika Liana Wati Pasukan Wira Buana. 
        Klik untuk memperbesar gambar

        Tika Liana Wati
        Demikianlah sedikit informasi tentang sandi Bata, semoga bermanfaat. Apabila kakak ingin share tulisan ini kami persilahkan, yang penting kakak tidak merubah materinya. Dan kami mengucapkan banyak terima kasih jika kakak melampirkan alamat blog ini sebagai referensi pada blog kakak. Salam Pramuka!!!

        Sabtu, 07 Mei 2011

        Bumi Perkemahan Plang Hijau Permai

        Hari ini penulis bersama bebepara pembina berjalan-jalan menuju Taman Nasional Way Kambas Kabupaten Lampung Timur. Perjalanan sekitar 45 Menit dari Purbolinggo. Pada awalnya tim hanya berjumlah empat orang dengan mengendarai dua buah motor saja, namun penulis bertemu dengan rekan-rekan dari Saka Wana Bhakti Taman Nasional Way Kambas yang berpangkalan di Plang Hijau (Pintu Gerbang Masuk Taman Nasional). Penulis mampir sejenak sambil menikmati kesejukan daerah yang masih ditumbuhi pohon-pohon khas hutan tropis yang tumbuh sangat rapat.
        Bumi Perkemahan Plang Hijau Permai Taman Nasional Way Kambas
        Saat ini Plang Hijau sudah mempunyai fasilitas Bumi Perkemahan sendiri yang bernama Bumi Perkemahan Plang Hijau permai yang terletak tepat disamping pintu masuk kawasan konservasi Gajah dan Badak Sumatera ini. Menurut Rahmat, salah satu anggota Saka Wana Bhakti, Bumi Perkemahan Plang Hijau Permai ini mampu menampung sekitar 100 orang pengunjung dengan fasilitas MCK, tempat parkir yang rindang, lapangan upacara, aula pertemuan, tempat ibadah dan tersedia beberapa paket yang dapat disesuaikan dengan jumlah peserta dan kegiatan yang ingin dilaksanakan.
        Pangkalan Saka Wana Bakti Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur
        Keunikan Bumi Perkemahan Plang Hijau Permai ini adalah masih banyaknya satwa-satwa liar yang sering bermain dan mencari makan di sekitar bumi perkemahan, sehingga pengunjung tidak perlu repot-repot masuk ke dalam hutan hanya untuk menyaksikan polah monyet, babi, musang dan masih banyak lagi binatang asli penghuni Taman Nasional Way Kambas ini.
        Kak Andi bermain dengan Pepi, salah satu anak gajah yang menggemaskan 
        di Taman Nasional Way Kambas
        Mudah-mudahan tulisan kecil ini bermanfaat, apabila anda ingin mencoba camping di Buper ini dipersilahkan langsung menuju Plang Hijau atau cari Informasinya di Grup Saka Wana Bakti Way Kambas di Facebook. Mohon saran apabila terdapat kekeliruan. Salam Pramuka!!!